Perbedaan Universitas di Eropa dan Amerika
Perbedaan perguruan tinggi di Eropa dan AS sangat terasa dalam hal struktur, pengajaran, hingga pendanaan. Selain itu biaya, proses penerimaan, hingga kehidupan mahasiswa saat kuliah juga cukup ketara. Mengetahui perbedaan perguruan tinggi Eropa dan Amerika ini dapat membantu Anda menentukan tujuan studi tingkat Sarjana (S1) atau Pascasarjana (S2 dan S3) selanjutnya. Beberapa perbedaan tersebut adalah sebagai berikut.
- Sistem Pendidikan
Sistem pendidikan perguruan tinggi di Eropa fokus pada pendekatan akademis yang teoritis dalam pembelajarannya. Sedangkan sistem pendidikan universitas Amerika fokus pada pendidikan praktis namun fleksibel.
- Pemilihan Mata Kuliah
Perbedaan selanjutnya adalah kurikulum universitas di Eropa lebih terstruktur dan terarah sesuai bidang studi yang dipilih. Sedangkan universitas di AS memberi kebebasan kepada mahasiswanya untuk memilih mata kuliah sesuai preferensi yang dibutuhkan.
Selain itu mata kuliah umum di Eropa sangat sedikit. Artinya pendidikan universitas Eropa sudah sangat menjurus ke bidang pilihan. Di semester awal, mahasiswa dituntut untuk sudah memutuskan arah pendidikannya. Sedangkan mata kuliah umum di Amerika cukup beragam dan masih bisa diikuti.
- Kontribusi mahasiswa
Meski perbedaan ini tidak terasa signifikan, namun mahasiswa di Eropa akan didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara mandiri. Sedangkan di Amerika, mahasiswa condong pada diskusi kelompok.
- Sistem penilaian
Sistem penilaian di Amerika menggunakan sistem “nilai huruf”, dari A hingga F. Sedangkan sistem penilaian di Eropa berbeda-beda tergantung negaranya. Namun ada yang menggunakan skor dari 0, 10, hingga 100.
- Harga
Biaya kuliah di Amerika terbilang sangat tinggi. Menurut The College Board, rata-rata biaya kuliah di AS swasta selama 4 tahun kurang lebih US $32.410 atau sekitar Rp543.000.000. Sedangkan di Eropa biaya kuliah lebih terjangkau.
- Proses pendaftaran
Pendaftaran mahasiswa di Amerika dilakukan lewat sistem terpusat seperti Common App atau langsung ke perguruan tinggi. Sedangkan di Eropa sering menggunakan layanan terpusat seperti UCAS dengan fokus pada catatan akademik dan nilai ujian standar.
Syarat Mendaftar Kuliah di Universitas Eropa dan Amerika
Syarat pendaftaran kuliah di Eropa dan Amerika disesuaikan dengan banyak faktor khususnya universitas dan jurusan pilihannya.
Berikut ini beberapa syarat yang umum diminta oleh universitas di Amerika dan harus dipersiapkan calon pendaftar.
- Transkrip sekolah menengah atas
- Skor tes standar seperti SAT/ACT, namun syarat ini kadang sekadar opsional
- Esai pribadi
- Surat rekomendasi
- Bukti aktif kegiatan ekstrakurikuler
- Sertifikat prestasi
Sedangkan syarat umum yang harus disiapkan oleh pendaftar universitas di Eropa adalah sebagai berikut.
- Hasil ujian akhir sekolah seperti A-level, IB, Abitur, atau Baccalauréat)
- Bukti keterampilan berbahasa seperti IELTS atau TOEFL untuk program yang diajarkan dalam bahasa Inggris
- Surat motivasi atau pernyataan singkat
- Beberapa universitas memerlukan esai atau referensi
Meski berbeda, dokumen yang diperluka sama-sama harus diterjemahkan ke bahasa Inggris. Khusus dokumen legal, proses alih bahasa harus dilakukan lewat penerjemah tersumpah bahasa Inggris resmi.
Jasa Penerjemah Tersumpah Bahasa Inggris
Agar dokumen diterima di Eropa atau Amerika, calon mahasiswa bisa menerjemahkan berkas-berkas legalnya melalui Master Translate. Penerjemahan di Master Translate dijamin sah dan legal karena keberadaan Sworn Translator sebagai penerjemahnya.
Calon mahasiswa dapat menerjemahkan dokumen yang dibutuhkan saat mendaftar kuliah di luar negeri seperti Transkrip Nilai, Ijazah, Sertifikat Prestasi, atau dokumen legal lainnya. Setelah memahami apa saja perbedaan universitas di Eropa dan Amerika, segera hubungi Master Translate untuk mendapatkan hasil terjemahan legal.


