Penggunaan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat penerjemah dokumen memang tidak sepenuhnya dibenarkan. Pasalnya masyarakat harus menanggung risiko menerjemahkan dokumen dengan AI jika digunakan untuk pemberkasan administrasi yakni berurusan dengan hukum. Artikel ini akan membahas apa saja konsekuensi jika Anda nekat translate dokumen dengan ChatGPT, Gemini, termasuk jika menggunakan website penerjemah terbaik lainnya.

Risiko Menerjemahkan Dokumen dengan AI

Harus diketahui bahwa dokumen resmi secara hukum tidak bisa diterjemahkan sembarangan. Penerjemahan sembarangan akan menghasilkan hasil translate yang tidak bisa diverifikasi karena ada potensi mengaburkan informasi penting yang tertera di dokumen asli. Risiko ini muncul meski penerjemahan dokumen dilakukan dengan tools AI. Selain itu masih ada risiko lain yang bisa terjadi jika nekat menerjemahakn dokumen legal, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Terjadinya bias dan ambigu pada hasil terjemahan

Risiko paling besar menerjemahkan dokumen resmi dengan AI adalah terjadinya bias pada hasil terjemahan. Bias dalam kasus ini maksudnya hasil terjemahan dari AI seringkali membawa stereotip tertentu yang seharusnya tidak boleh dilakukan saat menerjemahkan dokumen.

Selain itu hasil terjemahan bisa ambigu. Sebagai contoh, Indonesia memiliki diksi-diksi yang oleh AI tidak dapat ditemukan padanan katanya. Di sinilah peran penerjemah tersumpah dibutuhkan yakni untuk menghindari bias dan ambiguitas pada hasil terjemahan.

  1. Kemanan dan privasi jadi rentan

Beberapa tools AI mengharuskan pengguna mengunggah dokumen atau memasukkan teks mereka ke kolom yang disediakan. Saat pengunggahan data dan informasi terjadi, secara tidak langsung pemilik dokumen meningkatkan risiko kerentanan pada keamanan dan privasi. Kondisi ini tentu akan sangat berbahaya terutama pada perusahaan atau individu yang sangat rahasia.

  1. Bentuk kepatuhan terhadap regulasi

Menerjemahkan dengan AI kerapkali dianggap sebagai upaya ketidakpatuhan terhadap regulasi yang sudah ditetapkan. Saat seseorang melanggar regulasi tentu akan ada konsekuensi hukum yang harus ditanggung.

  1. Kontekstual bisa dilanggar

Dalam penerjemahan, kontekstual adalah harga mati. Kontekstual ini hanya bisa benar-benar diperhatikan jika penerjemahan dilakukan oleh manusia. Mesin AI bisa memegang kontekstual namun hanya pada data internet yang terekam.

  1. Konsistensi diragukan

Harus dipahami bahwa konsistensi dalam dunia penerjemahan juga tidak boleh diabaikan. Poin ini belum dimiliki sepenuhnya oleh tools AI karena platform tersebut memberikan gaya dan data berdasarkan percakapan sebelumnya. Selain itu hasil terjemahan tiap tools AI berbeda-beda.

Cara Menerjemahkan Dokumen Legal yang Benar

Cara menerjemahkan dokumen legal yang benar dan tepat adalah lewat penerjemah tersumpah (Sworn Translator). Penerjemah tersebut secara hukum memang mendapat wewenang untuk mengalihbahasakan dokumen dari satu bahasa ke bahasa lain. Wewenang itu menjadikan hasil terjemahan sah, resmi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Translator tersumpah juga memberikan jaminan terhadap hasil terjemahannya, yakni akurat dan sesuai dengan dokumen aslinya. Dengan adanya jaminan tersebut, hasil terjemahan memiliki kedudukan hukum yang sejajar dengan dokumen aslinya.

Rekomendasi Jasa Penerjemah Dokumen Resmi

Terjemahkan dokumen legal Anda lewat Penerjemah Tersumpah Master Translate. Kami adalah perusahaan yang fokus di bidang pelayanan jasa translate berbagai jenis dokumen ke berbagai bahasa asing. Layanan penerjemahan dokumen kami dapat memenuhi kebutuhan administrasi internasional Anda di berbagai negara.

Hasil terjemahan dokumen legal dari Master Translate dapat digunakan untuk beragam agenda mulai dari pendaftaran kuliah luar negeri, beasiswa internasiomal, bisnis, perdagangan, dan masih banyak lagi. Dapatkan layanan Master Translate untuk menghindari risiko menerjemahkan dokumen dengan AI.

Join to newsletter.

Curabitur ac leo nunc vestibulum.

Hubungi Kami

Layanan ekpress 24 jam, garansi revisi dan gratis biaya kirim