Banyak pekerja Indonesia yang telah memiliki kemampuan yang cukup matang untuk kerja di luar negeri, namun tetap merasa kesulitan karena tantangan bekerja di luar negeri terutama terkait perbedaan budaya kerja. Oleh sebab itu, sebelum menginjakkan kaki di negeri orang untuk berkarir, penting untuk mempelajari berbagai budaya kerja di luar negeri yang perlu diketahui khususnya budaya kerja negara tujuan.

Budaya Kerja di Luar Negeri yang Perlu Diketahui

Apa yang dimaksud dengan budaya kerja? Budaya kerja adalah sekumpulan nilai, norma, dan cara berperilaku yang dianut bersama oleh anggota suatu organisasi atau perusahaan, yang kemudian menjadi pedoman dalam bekerja dan berinteraksi sehari-hari. 

Secara umum berikut beberapa budaya atau etika kerja internasional yang perlu diketahui.

  1. Wajar untuk Pulang Tepat Waktu 

Budaya kerja di Jerman dan beberapa negara di Eropa menganggap pulang tepat waktu termasuk hal yang profesional karena mereka sangat mengutamakan work-life balance. 

Lembur atau overtime bahkan tidak dianggap sebagai dedikasi, namun justru dinilai sebagai perilaku manajemen waktu yang kurang efisien. Jika Anda bekerja di luar negeri dengan kontrak yang menyebutkan pukul 17.00 selesai, kantor bisa benar-benar sepi sejak beberapa menit sebelumnya.

  1. Ketepatan Waktu dan Efisiensi Waktu

Pulang tepat waktu, datang juga wajib tepat waktu. Terlambat datang saat bekerja mengurangi nilai profesional di mata atasan. Mereka juga dikenal memiliki budaya meeting yang efisien dengan agenda yang jelas serta diskusi fokus pada solusi sehingga persiapan 

  1. Budaya Hierarki

Beberapa negara menerapkan budaya hierarki yang sangat ketat, tapi ada pula negara yang lebih longgar. Kebanyakan negara di Timur Tengah sangat menghormati senioritas. Menghormati senior atau atasan ini ditunjukkan mulai dari nada bicara, cara duduk saat meeting atau berkumpul, hingga saat menyampaikan pendapat.

Berbeda dengan negara-negara di Eropa yang cenderung lebih santai. Staff bisa mengutarakan pendapat dan keinginan secara terbuka kepada atasannya karena tidak ada hak istimewa untuk atasan. 

  1. Kebiasaan Saat Coffee Break 

Dalam budaya kerja di luar negeri coffee break bukan sekadar bersantai di luar jam pekerjaan, namun coffee break di pagi hari biasanya juga dipakai untuk bersosialisasi dengan kolega dan mempersiapkan mental untuk memulai hari. Ini adalah kesempatan untuk bisa membangun relasi hingga membahas ide-ide proyek secara informal.

  1. Cukup Tegas

Contohnya, di Jerman tidak ada budaya sungkan. Saat Anda meminta bantuan rekan kerja di Jerman, mungkin mereka akan terkesan dingin karena mereka tidak mengenal budaya sungkan. Mereka akan secara tegas menolak membantu, jika memang mereka sedang tidak bisa membantu.

  1. Kerja Efektif

Budaya bekerja di luar negeri yang menuntut efisiensi mengharuskan Anda untuk berusaha menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan cerdas supaya bisa ke rumah tepat waktu dan tidak lembur. Anda harus dapat melakukan perencanaan dan eksekusi yang dilakukan dengan sangat efisien, ringkas dan memadai.

  1. Mandiri

Saat bekerja di luar negeri Anda akan dituntut untuk mandiri dalam menyelesaikan tugas tanpa harus diawasi atau didampingi setiap saat oleh atasan atau supervisor. Tanggung jawab terkait hasil baik itu sukses maupun gagal dipegang secara personal.

  1. Waktu Ibadah

Jika Anda seorang Muslim, bekerja di negara-negara dengan mayoritas Muslim mungkin akan jauh lebih nyaman karena waktu kerja bisa menyesuaikan jadwal salat. Bahkan selama bulan Ramadan, jam kerja bisa dipersingkat dan ritme kantor berubah, namun produktivitas perusahaan tetap terjaga.

Baca Juga: Apakah Penerima LPDP Boleh Bekerja di Luar Negeri: Sanksi Jika Melanggar

Tips Beradaptasi dengan Budaya Kerja di Luar Negeri

Jika Anda merasa khawatir tidak bisa beradaptasi dengan baik saat kerja di luar negeri, Anda bisa mencoba beberapa tips adaptasi budaya kerja di luar negeri berikut.

  1. Pelajari Etika dan Norma Kerja Lokal

Setiap negara memiliki aturan tidak tertulis mengenai hierarki dan budaya disiplin. Sebelum mulai bekerja di luar negeri, luangkan waktu untuk memahami nilai-nilai kerja yang berlaku di negara tujuan dengan membaca referensi, bertanya pada orang yang sudah berpengalaman, atau mengamati bagaimana rekan kerja berinteraksi di lingkungan kantor.

  1. Bersikap Fleksibel dan Terbuka Untuk Belajar

Anda perlu bersikap luwes untuk memahami cara kerja yang berbeda. Perlakukan perbedaan sebagai peluang belajar, bukan hambatan untuk memperluas karier.

  1. Pahami Pola dan Gaya Komunikasi

Amati apakah lingkungan kerja Anda menganut gaya komunikasi direct yang langsung ke inti masalah atau indirect atau secara tersirat. Jangan takut untuk bertanya jika ada instruksi yang belum Anda pahami.

  1. Bangun Relasi Dengan Kolega Dan Komunitas

Luangkan waktu untuk mengobrol ringan atau makan siang bersama rekan kerja lokal maupun sesama ekspatriat untuk mengatasi culture shock dan memperluas jaringan.

  1. Tingkatkan Penguasaan Bahasa

Selain bahasa resmi atau bahasa bisnis yang digunakan di kantor, pahami juga istilah slang atau jargon industri setempat agar Anda tidak salah tangkap saat berdiskusi.

Itulah beberapa budaya kerja di luar negeri yang perlu diketahui lengkap dengan tips untuk membantu Anda meminimalkan culture shock serta membangun profesionalisme yang sesuai dengan standar internasional.

Join to newsletter.

Curabitur ac leo nunc vestibulum.

Hubungi Kami

Layanan ekpress 24 jam, garansi revisi dan gratis biaya kirim