Hidup dan bekerja di luar negeri selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun tentu tidaklah mudah. Di balik bayangan akan gaji yang lebih tinggi, lingkungan kerja berstandar internasional, serta kesempatan memperluas networking, ada banyak sekali tantangan bekerja di luar negeri bagi orang Indonesia. 

Para pekerja Indonesia kerap dihadapkan pada tantangan yang kompleks di negara tujuan, seperti perbedaan etos kerja, adaptasi sistem hukum ketenagakerjaan, hingga isu diskriminasi. Oleh sebab itu, sebelum merantau dan kaki menginjakkan tanah di negeri orang, memahami tantangan-tantangan bekerja di luar negeri ini perlu supaya Anda bisa tahu cara yang tepat untuk mengatasi atau menghadapinya.

Tantangan Bekerja di Luar Negeri Bagi Orang Indonesia

Dalam artikel ini kami sajikan beberapa tantangan terbesar dalam bekerja di luar negeri yang kerap dihadapi oleh pekerja Indonesia atau PMI yang dapat Anda pelajari, jika Anda berencana untuk kerja di luar negeri.

  1. Urusan Administrasi

Tantangan yang pertama yang sudah pasti akan Anda hadapi sebelum bekerja di luar negeri adalah mengurus urusan administrasi seperti mengurus visa kerja dan izin kerja atau work permit. Setiap negara punya aturan visa kerja dan work permit sendiri, lengkap dengan persyaratan dokumen, batas waktu, dan biaya. 

Kesalahan administrasi bisa membuat pengajuan ditolak atau tertunda berbulan-bulan. Umumnya, untuk mengurus dokumen kerja di luar negeri Anda memerlukan jasa penerjemah tersumpah supaya dokumen terjemahan sah di mata hukum. Selain itu, Anda juga perlu memahami kewajiban pajak dan regulasi di negara tujuan supaya Anda tidak mengalami masalah hukum di kemudian hari.

  1. Perbedaan Bahasa

Tantangan lainnya adalah adanya perbedaan bahasa. Banyak PMI yang mengalami kesulitan berkomunikasi dengan atasan, rekan kerja, dan masyarakat sekitar karena kurang menguasai bahasa negara tujuan khususnya slang atau kebiasaan bicara mereka.

  1. Perbedaan Budaya Kerja

Selain perbedaan bahasa, budaya kerja di Indonesia dan di luar negeri juga bisa sangat berbeda. Misalnya, di beberapa negara Asia kerja lembur masih dianggap wajar, sementara di negara-negara Eropa, kerja setelah jam kantor justru dianggap tidak profesional.

Gaya komunikasi dengan atasan dan rekan kerja juga perlu Anda perhatikan. Ada negara yang komunikasinya to the point, tapi ada juga yang masih menggunakan hierarki. 

  1. Biaya Hidup dan Pengelolaan Keuangan

Gaji yang tampak besar bisa terasa kecil setelah dipotong biaya sewa, transportasi, makanan, asuransi kesehatan, dan pajak penghasilan. Di kota besar seperti Sydney, Tokyo, atau Singapura, biaya tempat tinggal saja bisa menyedot porsi gaji yang besar. Belum lagi jika Anda ingin mengirim uang ke keluarga di Indonesia sehingga Anda juga perlu mempertimbangkan biaya hidup di luar negeri dan pengelolaan keuangannya.

  1. Diskriminasi dan Stereotip di Tempat Kerja

Ada beberapa kasus pekerja asing mengalami perlakuan berbeda karena kebangsaan, agama, atau aksen. Bentuknya beragam, dari komentar yang merendahkan hingga pembagian tugas atau upah yang tidak adil.

Anda perlu memahami hak pekerja asing di negara tujuan dan tahu lembaga tempat melapor. Jika Anda mengalami diskriminasi di tempat kerja, Anda bisa melapor ke Kantor perwakilan Indonesia (KBRI/KJRI) untuk meminta bantuan.

  1. Risiko Penipuan dan Calo Tenaga Kerja Ilegal

Modus yang sering muncul antara lain biaya penempatan yang tidak wajar, janji gaji besar tanpa kontrak jelas, dan keberangkatan lewat jalur non-prosedural. Pekerja yang berangkat secara ilegal sangat rentan dieksploitasi karena tidak mendapat perlindungan hukum.

  1. Perbedaan Standar Kualifikasi dan Pengakuan Ijazah

Ijazah atau sertifikat dari Indonesia belum tentu langsung diakui. Profesi seperti perawat, guru, atau teknisi sering memerlukan penyetaraan ijazah, uji kompetensi, atau lisensi lokal sebelum diizinkan bekerja di luar negeri. Anda perlu cek persyaratan pengakuan kualifikasi profesi Anda di negara tujuan sebelum mendaftar.

  1. Adaptasi Makanan, Cuaca, dan Gaya Hidup

Jika Anda berencana untuk kerja di negara yang memiliki musim yang berbeda dengan Indonesia, Anda harus bersiap untuk menghadapi kondisi cuaca yang mungkin belum pernah Anda rasakan, misalnya, musim dingin yang ekstrem. Anda perlu mencari tahu barang-barang atau hal apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi musim yang ekstrem.

Apabila negara tujuan bukan negara dengan mayoritas Muslim, bagi Anda yang beragama Islam mungkin akan kesulitan makanan halal. Tantangan-tantangan ini bisa memengaruhi kenyamanan serta kesehatan Anda terutama di bulan-bulan pertama.

  1. Rasa Rindu Rumah dan Kesehatan Mental

Jauh dari keluarga, perbedaan zona waktu, dan kesepian di lingkungan baru bisa memicu stres bahkan depresi. Momen seperti Lebaran atau hari keluarga lainnya sering menjadi titik paling berat bagi para pekerja Indonesia yang berkarir di luar negeri.

Baca Juga: Alasan Orang Ingin Kerja di Luar Negeri: dari Gaji hingga Peluang Kuliah

Tips Menghadapinya

Berikut adalah tips praktis untuk menghadapi tantangan-tantangan di atas:

  1. Gunakan Jalur Resmi dan Lengkapi Dokumen

Pastikan Anda berangkat melalui lembaga resmi dan terdaftar agar terlindungi secara hukum. Anda bisa mendaftar melalui SISKOP2MI dari instansi terkait. Untuk kelancaran administrasi siapkan paspor, visa kerja, kontrak, dan dokumen pendukung lainnya dengan teliti. Anda juga perlu mewaspadai tawaran kerja dengan deskripsi pekerjaan dan penempatan kerja yang tidak jelas.

  1. Adaptasi Budaya dan Bahasa

Kemampuan komunikasi adalah kunci utama untuk bekerja sama dengan tim dan memahami instruksi kerja. Pelajari bahasa asing terutama bahasa Inggris dan bahasa negara tujuan.

Pelajari pula budaya setempat karena setiap negara punya norma yang berbeda. Ada yang sangat ketat soal ketepatan waktu dan formalitas, ada pula yang lebih santai. Amati bagaimana rekan kerja Anda berinteraksi, mengambil keputusan, atau menyelesaikan masalah untuk mempermudah adaptasi.

  1. Pengelolaan Keuangan

Gunakan penghasilan dengan bijak, terutama di awal kedatangan, dan hindari pengeluaran konsumtif yang tidak perlu. Jika perlu mengirim uang ke Indonesia, gunakan layanan keuangan digital yang transparan dan berbiaya rendah.

  1. Mengatasi Rasa Rindu Rumah (Homesick) dan Masalah Kesehatan

Anda bisa mengatasinya dengan bergabung ke komunitas sesama orang Indonesia atau ekspatriat di negara tujuan untuk saling mendukung. Tetap terhubung secara rutin dengan keluarga di Indonesia melalui saling berkirim pesan dan panggilan video. Pola makan yang baik, istirahat cukup, dan afirmasi positif akan membantu Anda tidak mudah stres saat menghadapi perbedaan lingkungan.

Tantangan bekerja di luar negeri bagi warga negara Indonesia memang cukup kompleks mencakup aspek bahasa dan budaya hingga aspek profesionalisme. Kendati demikian, semua hambatan tersebut bukanlah alasan untuk urung melangkah. Kunci keberhasilan kerja di luar negeri terletak pada kemauan Anda untuk terus belajar serta persiapan mental dan dokumen yang matang sebelum keberangkatan.

Join to newsletter.

Curabitur ac leo nunc vestibulum.

Hubungi Kami

Layanan ekpress 24 jam, garansi revisi dan gratis biaya kirim