Untuk mendaftar program pertukaran mahasiswa ke luar negeri ada beberapa jenis dokumen dalam bahasa Indonesia yang wajib Anda terjemahkan ke bahasa Inggris atau bahasa negara tujuan. Pihak universitas tujuan perlu melakukan verifikasi kelayakan mahasiswa untuk mengikuti program tersebut salah satunya dengan memeriksanya melalui dokumen yang disyaratkan.
Perlu tegaskan Anda pun tidak bisa sembarangan dalam menerjemahkan dokumen karena umumnya pihak instansi yang berkaitan mensyaratkan dokumen pertukaran mahasiswa diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah atau sworn translator.
Dokumen yang Harus Diterjemahkan untuk Pertukaran Mahasiswa
Apa saja dokumen yang harus diterjemahkan untuk pertukaran mahasiswa atau student exchange? Daftar pastinya bergantung pada negara tujuan dan kampus penyelenggara, tetapi umumnya meliputi:
1. Dokumen Akademik
- Transkrip nilai (sering diminta dalam versi terlegalisir kampus)
- Ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL)
- Surat keterangan aktif kuliah
- Surat keterangan peringkat atau predikat akademik (jika ada)
- Silabus atau deskripsi mata kuliah, bila kampus tujuan meminta pengakuan kredit (credit transfer)
2. Dokumen Identitas dan Kependudukan
- Akta kelahiran
- Kartu Keluarga (KK)
- KTP
- Surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), untuk beberapa negara atau program
3. Dokumen Pendukung Beasiswa dan Visa
- Surat rekomendasi dosen (jika ditulis dalam bahasa Indonesia)
- Surat keterangan penghasilan orang tua atau bukti dukungan finansial
- Surat keterangan sehat atau hasil pemeriksaan medis
- Sertifikat prestasi, organisasi, atau pengalaman kerja yang masih ditulis dalam bahasa Indonesia
Baca Juga: 9 Beasiswa dengan Batas Usia Paling Longgar Lengkap untuk Pelamar di Atas 30 Tahun
Tips Mempersiapkan Dokumen Terjemahan untuk Pertukaran Mahasiswa
Menyiapkan dokumen terjemahan untuk student exchange memerlukan ketelitian serta perencanaan dengan baik. Untuk memudahkan dalam mempersiapkan dokumen, Anda bisa mengikuti tips-tips berikut.
1. Konsultasi dengan International Office Kampus Asal
Untuk menghindari kesalahan dalam menerjemahkan, Anda perlu konsultasi dan koordinasi ke Kantor Urusan Internasional di kampus asal untuk memastikan standar format, bahasa pengantar, dan daftar dokumen spesifik yang diminta oleh universitas mitra untuk diterjemahkan.
2. Gunakan Jasa Penerjemah Tersumpah Terverifikasi
Dokumen pertukaran mahasiswa yang wajib diterjemahkan biasanya mengandung istilah-istilah khusus sehingga Anda perlu menerjemahkannya ke penerjemah tersumpah yang memiliki wawasan terminologi yang luas. Selain itu, Anda perlu menerjemahkannya ke jasa penerjemah tersumpah terverifikasi seperti Master Translate agar terjemahan memiliki kekuatan hukum dan diakui institusi luar negeri.
3. Periksa Format Dokumen
Anda juga perlu memastikan persyaratannya dengan lebih teliti apakah pihak universitas tujuan atau pemberi beasiswa meminta berkas fisik (hardcopy) dengan stempel basah dan tanda tangan asli, atau cukup berkas digital (softcopy) saja.
4. Perhatikan Kebutuhan Legalisasi atau Apostille
Beberapa institusi mungkin tidak hanya mensyaratkan dokumen untuk diterjemahkan saja, tapi juga perlu melalui proses legalisasi atau apostille. Periksa ketentuannya pada persyaratan yang diminta oleh instansi serta negara tujuan.
Jika Anda perlu legalisasi atau apostille dokumen, Anda juga bisa langsung menghubungi kontak Customer Service Master Translate untuk dibantu proses legalisasi atau apostille dokumen student exchange dari awal hingga selesai.
Kesimpulannya, mempersiapkan dokumen pertukaran mahasiswa memang membutuhkan ketelitian dan waktu. Jangan biarkan peluang emas untuk mengeksplor kemampuan diri ini terhambat hanya karena urusan administrasi. Persiapkan seluruh berkas Anda sejak jauh hari, pilih jasa penerjemah dan legalisasi dokumen yang tepercaya seperti Master Translate.


