Keberadaan Artificial Intelligence (AI) seperti Google Translate, Claude, ChatGPT, Gemini, dan lainnya dirasa oleh sebagian besar penggunanya bisa meringankan beban kerja sehari-hari termasuk dalam menerjemahkan dokumen. Dengan menggunakan AI untuk menerjemahkan dokumen, terjemahan bisa siap hanya dalam sekejap mata. Dengan kecanggihan AI sekarang ini apakah AI dapat menggantikan penerjemah tersumpah yang sering kita perlukan untuk keperluan ke luar negeri? Di bawah ini kami sajikan paparan lengkapnya
Apakah AI Dapat Menggantikan Penerjemah Tersumpah?
Jika ada pertanyaan apakah AI bisa gantikan penerjemah? Jawabannya tidak, AI atau Kecerdasan Buatan tidak bisa menggantikan peran penerjemah terlebih penerjemah tersumpah yang kerap diperlukan untuk menerjemahkan dokumen resmi dan legal.
Namun, dalam menjalankan tugasnya seorang penerjemah tersumpah tidak dilarang untuk memanfaatkan AI sebagai alat bantu. AI dapat digunakan oleh sworn translator untuk membantu meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses penerjemahan dengan selalu mempertimbangkan konteks dan kehalusan bahasa yang tidak selalu dapat diakomodasi oleh teknologi secanggih apapun itu.
- Faktor Legalitas dan Kewenangan
Ada beberapa faktor yang membuat AI tidak bisa menggantikan peran penerjemah tersumpah. Faktor yang pertama adalah faktor legalitas dan kewenangan.
Penerjemah tersumpah adalah individu yang mempunyai keahlian dalam menghasilkan terjemahan, yang telah diangkat dan diambil sumpahnya oleh Menteri Hukum atau pejabat yang mewakilinya dan terdaftar di Kementerian Hukum. Mereka memiliki kewenangan secara hukum untuk menerjemahkan dokumen-dokumen resmi.
Dokumen yang dihasilkan oleh penerjemah tersumpah pun memiliki kekuatan hukum yang sama dengan dokumen asli. Berbeda dengan AI yang tidak memiliki status hukum semacam itu.
- Pertanggungjawaban
Sesuai dengan kode etik penerjemah tersumpah dalam menjalankan tugas penerjemah tersumpah harus bisa bertanggung jawab penuh atas kualitas dan akurasi terjemahan yang dihasilkan.
Bahkan penggunaan AI tidak mengurangi tanggung jawab profesional penerjemah tersumpah untuk memastikan bahwa hasil terjemahan sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan oleh klien dan sesuai dengan etika profesi.
Jika terdapat kesalahan dalam penerjemahan, penerjemah tersumpah dapat dimintai pertanggungjawaban secara profesional dan hukum. Beda jika Anda menggunakan terjemahan Google Translate atau AI lainnya yang tidak memiliki subjek hukum yang dapat dimintai tanggung jawab ketika ada kesalahan terjemahan.
- Risiko Kesalahan yang Berdampak Besar
Meskipun perkembangan AI saat ini sudah semakin canggih, tetapi AI penerjemah bahasa masih bisa salah menerjemahkan, misalnya, pada nama, tanggal, angka, istilah hukum yang tidak memiliki padanan langsung. Mereka juga sering menghasilkan kalimat yang terdengar meyakinkan padahal keliru.
Pada dokumen resmi, satu kesalahan kecil saja dapat membuat permohonan Anda, misalnya, permohonan visa ditolak sehingga keperluan Anda pun jadi terhambat dan Anda perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menerjemahkan dokumen kembali.
- Kebutuhan Institusi
Kecerdasan Buatan tidak dapat menggantikan penerjemah tersumpah karena institusi resmi, lembaga pemerintah, kedutaan besar, dan pengadilan mensyaratkan legalitas, pertanggungjawaban hukum, dan tanda tangan/stempel sah yang hanya dapat diberikan oleh penerjemah tersumpah resmi.
Baca Juga: 7 Cara Mengecek Legalitas Penerjemah Tersumpah untuk Memastikan Status Resminya
Kapan Boleh Pakai AI dan Kapan Harus Penerjemah Tersumpah?
Terkait penggunaan AI vs penerjemah tersumpah, Anda perlu memperhatikan siapa yang akan menerima dokumen itu dan apakah mereka mensyaratkan pengesahan resmi.
Hal ini karena AI bisa menghasilkan terjemahan yang bagus, tetapi tidak punya status hukum dan tidak bisa bertanggung jawab atas isinya.
- Wajib Penerjemah Tersumpah
Gunakan penerjemah tersumpah jika dokumen akan diserahkan ke lembaga resmi sebagai bukti hukum atau administratif, misalnya:
- Dokumen kependudukan dan sipil: akta kelahiran, akta nikah, akta cerai, KK, surat keterangan WNI/WNA
- Imigrasi dan visa: dokumen pendukung visa, izin tinggal
- Pendidikan: ijazah, transkrip nilai
- Hukum dan peradilan: putusan pengadilan, surat kuasa, akta notaris, kontrak yang akan dijadikan bukti
- Kesehatan resmi: surat keterangan medis untuk klaim asuransi atau keperluan imigrasi (tergantung persyaratan penerima).
- Boleh Pakai AI
AI boleh digunakan saat Anda akan menerjemahkan dokumen yang tidak resmi dan tidak memiliki kekuatan hukum.
- Artikel website, blog, atau esai umum
- Konten media sosial, teks iklan, dan materi pemasaran
- Lirik lagu, karya sastra, atau bahan hiburan
- Keperluan edukasi pribadi, pemahaman informasi umum, dan referensi wisata
Hasil terjemahan AI memang sangat cepat, namun tetap memerlukan pemeriksaan ulang karena AI tidak bisa memahami kontek dengan baik. Untuk dokumen resmi dan berkekuatan hukum pun tidak bisa mengandalkan kecanggihan AI saja, Anda masih memerlukan jasa penerjemah tersumpah tepercaya seperti Master Translate supaya dokumen Anda tetap bisa diakui dan diterima oleh instansi asing terkait.


